Senin, 22 Januari 2018

Kebiasaan Optimis Dalam Belajar

Kebiasaan Optimis Dalam Belajar Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hampir semua kenakalan remaja terjadi karena mereka merasa kurang diperhatikan dan disayangi oleh orang tua mereka. (Syahril Syam)

Apa yang menyebabkan kebanyakan siswa tidak menyukai belajar? Atau tidak menyukai mata pelajaran tertentu, bahkan semua mata pelajaran? Jika pertanyaan ini kita tanyakan kembali pada orang-orang tua, sewaktu mereka masih belajar dulu, apakah masih pantas? Dengan kata lain, kebanyakan orang-orang tua pun tidak menyukai belajar, bukan hanya semasa sekolah dulu, mungkin masih sampai sekarang.

Lantas, apa yang menjadi penyebabnya? Peter Kline mengemukakan sebuah pernyataan menarik: Belajar Akan Efektif Jika Dilakukan Dalam Suasana Menyenangkan. Ini berarti, kegiatan belajar-mengajar akan membosankan dan tidak menarik, kalau tidak tercipta suasana yang menyenangkan. Dari sini dapat kita telusuri lagi dengan sebuah pertanyaan: Kenapa suasana belajar tersebut tidak menyenangkan? Atau kenapa sebuah mata pelajaran bahkan semua itu tidak menarik dan tidak menyenangkan? Buckminster Fuller memberikan jawabannya. Kata beliau, “Setiap anak terlahir jenius, tetapi kita memupuskan kejeniusan mereka dalam enam bulan pertama.” Lho, kok bisa demikian? Bukankah setiap orang tua menginginkan anaknya itu jenius. Lantas apa sebabnya?

Dalam buku The 10 Basic Principles of Good Parenting
... baca selengkapnya di Kebiasaan Optimis Dalam Belajar Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 17 Januari 2018

Wiro Sableng #133 : 113 Lorong Kematian

Wiro Sableng #133 : 113 Lorong Kematian Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : 113 LORONG KEMATIAN

KEINDAHAN dan ketenangan Telaga Sarangan di kaki selatan Gunung Lawu sejak beberapa waktu belakangan ini dilanda oleh kegegeran menakutkan. Tujuh penduduk desa sekitar lembah dicekam rasa cemas amat sangat. Jangankan malam hari, pada siang hari sekalipun jarang penduduk berani keluar rumah. Pagi hari mereka tergesa-gesa pergi ke ladang atau sawah, menggembalakan memberi makan atau memandikan lemak lalu cepat-cepat kembali pulang. Mengunci diri dalam rumah, menambah palang kayu besar pada pintu dan jendela.

Pasar yang biasanya ramai hanya digelar sebentar saja lalu sepi kembali. Penduduk lebih banyak berada di rumah masing-masing, berkumpul bersama keluarga sambit berjaga-jaga. Terutama dirumah dimana ada orang perempuan yang tengah hamil tujuh bulan ke atas. Malam hari setiap desa diselimuti kesunyian. Penduduk tenggelam dalam rasa takut. Tak ada yang berani keluar rumah. Apakah yang lelah terjadi ? Apa penyebab hingga penduduk dilanda rasa takut demikian rupa?

Peristiwanya dimulai sekitar empat purnama lalu. Malam hari itu rumah Ki Mantep Kepala Desa Plaosan kelihatan ramai. Mereka tengah mempersiapkan hajatan selamatan tujuh bulan kehamilan pertama Nyi Upit Suwarni yang akan dirayakan secara besar-besaran besok harinya. Maklum Nyi Upit adalah anak tunggal, puleri satu-satunya Ki Mantep Jalawardu yang bers
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #133 : 113 Lorong Kematian Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 26 Desember 2013

500 Hari sebelum hari H - Apa yang Penting?

Allah yang Maha Pengasih telah memberikan satu dari sekian banyak anugerah yang tak terhingga, yang ditanamkan ke dalam dada kita manusia, sebuah anugerah yang bernama hati. Seonggok kecil daging bernama hati ini apabila kita jaga, maka seluruh jiwa raga kita pun akan terjaga kemuliaannya. Begitu pula apabila kita sering mengotorinya, maka seluruh jiwa raga kita juga akan menjadi tidak tenang. 

Dengan hati kita bisa memiliki perasaan, kita jadi bisa mengerti yang mana yang penting dan yang tidak penting. Juga tentang apa yang kita suka dan tidak kita sukai. Nah, mari kita jadikan blog ini tempat untuk berbagi hal-hal yang penting bagi kita (atau juga hal-hal yang tidak penting). Mungkin sobat-sobat bisa menghubungkan kisah-kisah di sini dengan pengalaman serupa yang kalian.

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang selalu berubah. Seiring waktu, hal-hal yang kita anggap penting selalu berganti. Begitu pula dengan orang-orang yang penting selalu datang dan pergi. Coba ingat deh, tentu kita semua pernah punya sesuatu yang dulu sangat kita inginkan namun tak kita dapatkan, dan sekarang kita sudah punya hal lain yang lebih kita inginkan kan? Atau ingatkah kita dengan teman-teman kita dulu, yang kita kira akan selalu ada di dekat kita, namun sekarang malah menghilang dari hidup kita, atau masih ada namun sudah tak kenal lagi?

Paling tidak, yuk kita tuliskan apapun yang penting bagi kita, agar kita bisa tetap menjaganya tetap ada, atau walaupun semuanya berubah nanti, kita tidak akan lupa kenapa hal-hal ini dulu kita anggap penting.

Semoga jangan sampai kita adalah tipe orang-orang yang baru menyadari pentingnya sesuatu justru setelah hal itu menghilang dari genggaman kita :D